Cek this out :
https://drive.google.com/open?id=0B_IP_-ozTZGcY0xyNmRNbDdyNEU
Selasa, 28 Februari 2017
Upacara Adat Grebeg Besar, Demak
![]() |
| Picture 1 |
Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dimulai pada abad XV dan dipelopori oleh Wali Sanga, bahkan salah satu wali tersebut bermukim sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di Kadilangu Demak, yaitu Sunan Kalijaga. Menurut cerita, Kadilangu semula adalah daerah perdikan sebagai anugrah dari Sultan Fatah kepada Sunan Kalijaga atas jasa-jasanya dalam mengembangkan agama Islam dan memajukan kerajaan Demak.
Berbagai upaya dilakukan oleh para Wali dalam menyebarluaskan agama Islam. Berbagai halangan dan rintangan menghadang, salah satu diantaranya adalah masih kuatnya pengaruh Hindu dan Budha pada masyarakat Demak pada waktu itu. Pada akhirnya agama Islam dapat diterima masyarakat melalui pendekatan pendekatan para Wali dengan jalan mengajarkan agama Islam melalui kebudayaan atau adat istiadat yang telah ada.
Setiap tanggal 10 Dzulhijah umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha dengan melaksanakan Sholat Ied dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Pada waktu itu, dilingkungan Masjid Agung Demak diselenggarakan pula keramaian yang disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya penyebarluasaan agama Islam oleh Wali Sanga. Sampai saati ini kegiatan tersebut masih tetap berlangsung, bahkan ditumbuh kembangkan.
Prosesi Grebeg Besar Demak
* Ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Grebeg Besar Demak diawali dengan pelaksanaan ziarah oleh Bupati, Muspida dan segenap pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, masing-masing beserta istri/suami, ke makam Sultan-Sultan Demak dilingkungan Masjid agung Demak dan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Kegiatan ziarah tersebut dilaksanakan pada jam 16.00 WIB; kurang lebih 10 (sepuluh) hari menjelang tanggal 10 Dzulhijah.
* Pasar Malam Rakyat di Tembiring Jogo Indah
Untuk meramaikan perayaan Grebeg Besar di lapangan Tembiring Jogo Indah digelar pasar malam rakyat yang dimulai kurang lebih 10 (sepuluh) hari sebelum hari raya Idul Adha dan dibuka oleh Bupati Demak setelah ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak dan Sunan Kalijaga.
Pasar malam tersebut dipenuhi dengan berbagai macam dagangan, mulai dari barang barang kebutuhan sehari-hari sampai dengan mainan anak, hasil kerajinan, makanan/minuman, permainan anak-anak dan juga panggung pertunjukkan /hiburan.
* Selamatan Tumpeng Sanga
Selamatan Tumpeng Sanga dilaksanakan pada malam hari menjelang hari raya Idul Adha bertempat di Masjid Agung Demak. Sebelumnya kesembilan tumpeng terebut dibawa dari Pendopo Kabupaten Demak dengan diiringi ulama, para santri, beserta Muspida dan tamu undangan lainnya menuju ke Masjid Agung Demak. Tumpeng yang berjumlah sembilan tersebut melambangkan Wali Sanga. Selamatan ini dilaksanakan dengan harapan agar seluruh masyarakat Demak diberikan berkah keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat dari Allah SWT. Acara selamatn tersebut diawali dengan pengajian umum diteruskan dengan pembacaan doa. Sesudah itu kepada para pengunjung dibagikan nasi bungkus. Pembagian nasi bungkus tersebut dimaksudkan agar para pengunjung tidak berebut tumpeng sanga. Sejak beberapa tahun terakhir tumpeng sanga tidak diberikan lagi kepada para pengunjung dan sebagai gantinya dibagikan nasi bungkus tersebut.
Pada saat yang sama di Kadilangu juga dilaksanakan kegiatan serupa, yaitu Selamatan Ancakan, selamatan terebut bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah SWT agar sesepuh dan seluruh anggota Panitia penjamasan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun juga serta untuk menghormati dan menjamu para tamu yang bersilaturahmi dengan sesepuh.
* Slolat Ied
Pada tanggal 10 Dzulhijah Masjid Agung dipadati oleh umat Islam yang akan melaksanakan Sholat Ied, pada saat-saat seperti ini Masjid Agung Demak sudah tidak dapat lagi menampung para jamaah, karena penuh sesak dan melebar ke jalan raya, bahkan sebagian melaksanakan sholat di alun-alun. Pada kesempatan tersebut Bupati Demak beserta Muspida melaksanakan sholat di Masjid Agung Demak dan dilajutkan dengan penyerahan hewan qurban dari Bupati Demak kepada panitia.
* Penjamasan Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga
![]() |
| picture 2 |
Setelah selesai Sholat Ied di makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, dilaksanakan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Kedua pusaka tersebut adalah Kutang Ontokusuma dan Keris Kyai Crubuk. Konon Kutang Ontokusumo adalah berujud ageman yang dikiaskan pegangan santri yang dipakai sunan kalijaga setiap kali berdakwah.
Penjamasan pusaka-pusaka tersebut didasari oleh wasiat sunan kalijaga sebagai berikut””agemanku, besuk yen aku wis dikeparengake sowan engkang Maha Kuwaos, salehna neng duwur peturonku. Kajaba kuwi sawise uku kukut, agemanku jamas ana.” Dengan dilaksanakan penjamasan tersebut, diharapkan umat Islam dapat kembali ke fitrahnya dengan mawas diri/mensucikan diri serta meningkatkan iman dan taqwa Kepada allah SWT.
Prosesi penjamasan tersebut diawali dari Pendopo Kabupaten Demak, dimana sebelumnya dipentaskan pagelaran tari Bedhoyo Tunggal Jiwo. Melambangkan “Manunggale kawula lan gusti”, yang dibawakan oleh 9 (sembilan) remaja putri. Dalam perjalanan ke Kadilangu minyak jamas dikawal oleh bhayangkara kerajaan Demak Bintoro “Prajurit Patangpuluhan” dan diiringi kesenian tradisional Demak. Bersamaan dengan itu Bupati beserta rombongan menuju Kadilangu dengan mengendarai kereta berkuda.
Penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga dilaksanakan oleh petugas dibawah pimpinan Sesepuh Kadilangu di dalam cungkup gedong makam Sunan Kalijaga Kalijaga. Sesepuh dan ahli waris percaya, bahwa ajaran agama Islam dari Rasulullah Muhammad SAW dan disebar luaskan oleh Sunan Kalijaga adalah benar. Oleh karena itu penjamasan dilakukan dengan mata tertutup. Hal tersebut mengandung makna, bahwa penjamas tidak melihat dengan mata telanjang, tetapi melihat dengan mata hati. Artinya ahli waris sudah bertekad bulat untuk menjalankan ibadah dan mengamalkan agama Islam dengan sepenuh hati.
Dengan selesainya penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, maka berakhir pulalah rangkaian acara Grebeg Besar Demak.
Sumber : http://www.demakkab.go.id/
Asal Usul Kota Demak
Kurang lebih 6 (enam) abad silam, berdasarkan letak geografisnya, kawasan yang bernama Demak ternyata tidak terletak di pedalaman yang jaraknya lebih kurang 30 km dari bibir laut Jawa seperti sekarang ini. Kawasan tersebut pada waktu itu berada di dekat Sungai Tuntang yang sumbernya berasal dari Rawa Pening. Geografi kesejarahan mengenai kawasan Demak dapat pula dibaca di buku Dames, yang berjudul “The Soil of East Central Java” (1955). Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Demak dahulu terletak di tepi laut, atau lebih tepatnya berada di tepi Selat Silugangga yang memisahkan Pulau Muria dengan Jawa Tengah.
Mengenai ekologi Demak, DR.H.J. De Graaf juga menulis bahwa letak Demak cukup menguntungkan bagi kegiatan perdagangan maupun pertanian. Hal ini disebabkan karena selat yang ada di depannya cukup lebar sehingga perahu dari Semarang yang akan menuju Rembang dapat berlayar dengan bebas melalui Demak. Namun setelah abad XVII Selat Muria tidak dapat dipakai lagi sepanjang tahun karena pendangkalan.
Tanggal 28 Maret 1503 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Demak. Hal ini merujuk pada peristiwa penobatan Raden Patah menjadi Sultan Bintoro yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal atau 12 Mulud Tahun 1425 Saka (dikonversikan menjadi 28 Maret 1503).Dalam Babat Tanah Jawi, tempat yang bernama Demak berawal dari Raden Patah diperintahkan oleh gurunya (Sunan Ampel) agar merantau ke Barat dan bermukim di sebuah tempat yang terlindung hutan/tanaman Gelagah Wangi letaknya berada di Muara Sungai Tuntang yang sumbernya berada di lereng Gunung Merbabu (Rawa Pening).
Menurut Prof. Soetjipto Wirjosoeprapto, setelah hutan Gelagah Wangi ditebang dan didirikan tetrukan (pemukiman), baru muncul nama Bintoro yang berasal dari kata bethoro (bukit suci bagi penganut agama hindu). Pada kawasan yang berada di sekitar muara Sungai Tuntang, bukit sucinya adalah Gunung Bethoro (Prawoto) yang sekarang masuk daerah Kabupaten Pati.
Menurut beberapa sumber lain menyebutkan bahwa nama bintoro diambil dari nama pohon Bintoro yang dulu banyak tumbuh di sekitar hutan Gelagah Wangi. Ciri-ciri pohon Bintoro mulai dari batang, daun dan bunganya mirip dengan pohon kamboja (apocynaceae), hanya saja buahnya agak menonjol seperti buah apel.
Ada beberapa pendapat mengenai asal nama kota Demak, diantaranya :
Prof.DR. Hamka menafsirkan kata Demak berasal dari bahasa Arab “dama” yang artinya mata air. Selanjutnya penulis Sholihin Salam juga menjelaskan bahwa Demak berasal dari bahasa Arab diambil dari kata “dzimaa in” yang berarti sesuatu yang mengandung air (rawa-rawa). Suatu kenyataan bahwa daerah Demak memang banyak mengandung air; Karena banyaknya rawa dan tanah payau sehingga banyak tebat (kolam) atau sebangsa telaga tempat air tertampung. Catatan : kata delamak dari bahasa Sansekerta berarti rawa.
Menurut Prof. Slamet Mulyono, Demak berasal dari bahasa Jawa Kuno “damak”, yang berarti anugerah. Bumi Bintoro saat itu oleh Prabu Kertabhumi Brawijaya V dianugerahkan kepada putranya R. Patah atas bumi bekas hutan Gelagah Wangi. Dasar etimologisnya adalah Kitab Kekawin Ramayana yang berbunyi “Wineh Demak Kapwo Yotho Karamanyo”.
Berasal dari bahasa Arab “dummu” yang berarti air mata. Hal ini diibaratkan sebagai kesusahpayahan para muslim dan mubaligh dalam menyiarkan dan mengembangkan agama islam saat itu. Sehingga para mubaligh dan juru dakwah harus banyak prihatin, tekun dan selalu menangis (munajat) kepada Allah SWT memohon pertolongan dan perlindungan serta kekuatan.
Demak merupakan Kasultanan ketiga di Nusantara atau keempat di Asia Tenggara. Ibukotanya Demak yang sekaligus digunakan sebagai pusat pemerintahan dan pusat penyebaran agama Islam yang diprakarsai oleh para Wali (Wali Songo). Ketika orang Portugis datang ke Nusantara, Majapahit yang agung sudah tidak ada lagi. Menurut catatan pada tahun 1515 Kasultanan Bintoro sudah memiliki wilayah yang luas dari kawasan induknya ke barat hingga Cirebon. Pengaruh Demak terus meluas hingga meliputi Aceh yang dipelopori oleh Syeh Maulana Ishak (Ayah Sunan Giri). Kemudian Palembang, Jambi, Bangka yang dipelopori Adipati Aryo Damar (Ayah Tiri Raden Patah) yang berkedudukan di Palembang; dan beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Kotawaringin (Kalimantan Tengah). Menurut hikayat Banjar diceritakan bahwa masyarakat Banjar dulu yang meng-islam-kan adalah penghulu Demak (Bintoro) dan yang pertama kali di-islam-kan adalah Pangeran Natas Angin yang kelak dimakamkan di Komplek Pemakaman Masjid Agung Demak. Di daerah Nusa Tenggara Barat perkembangan agama Islam dipelopori oleh Ki Ageng Prapen dan Syayid Ali Murtoko, adik kandung Sunan Ampel yang berkedudukan di Bima.
Pada masa Kasultanan Demak diperintah oleh Sultan Trenggono, wilayah nusantara benar-benar dapat dipersatukan kembali. Terlebih lagi dengan adanya Fatahillah, Putera Mahkota Sultan Samodera Pasai yang menjadi menantu Raden Patah. Dialah yang berhasil mengusir orang-orang Portugis dari kota Banten dan berhasil menyatukan kerajaan Pasundan yang sudah rapuh. Dengan demikian seluruh pantai utara Jawa Barat sampai Panarukan Jawa Timur (1525-1526) dikuasai oleh Kasultanan Bintoro. Sementara itu Kediri takluk pada tahun 1527 yang berturut-turut kemudian diikuti oleh kawasan yang ada di pedalaman. Sampai akhirnya Blambangan yang letaknya berada di pojok tenggara Jawa Timur menyerah tahun 1546. Disinilah Sultan Trenggono gugur di medan pertempuran ketika berhadapan dengan Prabu Udoro (Brawijaya VII).
Sumber
Labels: Sejarah Kota
Posted by kodok klassik at 6:07 PM
Kamis, 23 Februari 2017
Hubungan Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan (KIMIA)
Posted by Shohibul Umam
On 12.00
Banyak
ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang
sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Harun Yahya adalah seorang yang
masyhur mengungkap rahasia Al-Qur’an tentang astronomi, embriologi,
geologi, fisika, biologi dan lain-lain. Masih banyak hal menarik tentang
kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya,
khususnya tentang angka-angka. Yang mashur tentang kimia dalam Al-Qur’an
adalah mengenai firman Allah dalam surat Al-Hadid, surat ke-57 yang
berada di pertengahan Al-Qur’an.
Fakta ke-1
Allah berfirman: “...dan Kami ciptakan besi...”(Al-Qur’an, 57:25).
Allah SWT menggunakan kata “an zalnaa” yang berarti “kami telah
turunkan”. Departemen Agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana
tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berati
“kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkapkan
bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari
bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Sistem
tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan
besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam
bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya
mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui
batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi
menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut
supernova. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi
bertaburan dan bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan
oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah sempat
dikatakan oleh Neil Amstrong.
Semua
ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan
kiriman melalui meteor-meteor dan di turunkan ke bumi, persis seperti
dinyatakan dalam ayat tersebut.
Besi : 26Fe
Istilah besi disebut juga sebagai iron (Inggris), hadid (Arab), fer (Perancis), hierro (Spanyol), dan
lain-lain. Supaya tidak membingungkan, maka disepakati bahwa dunia
sains menamakan besi dengan ferrum (lambung:Fe) dari Bahasa Latin.
Memang
nampak sedikit aneh jika Allah SWT dalam memberi nama salah satu surat
di Al-Qur’an dengan memakai salah satu nama atom atau logam dalam sistem
periodik unsur. Ternyata ada beberapa hal menarik yang akan sedikit
kita bahas. Ada 2 hal yang perlu diketahui sebelum membahas lebih jauh
yaitu tentang lambang atom dan isotop.
Lambang atom
Atom disusun oleh 3 partikel, yaitu proton (+), neutron (0), dan elektorn (-)
Isotop
Apa itu isotop? Isotop adalah atom-atom yang sama nomor atomnya(sejenis) tetapi beda nomor massanya.
Umpamakan
saja isotop itu dengan “keturunan/kembaran”. Satu jenis atom yang sama
(helium misalnya) ternyata memiliki berat yang berbeda-beda. Ini karena
kandungan neutronnya yang beda. Ynag satu memiliki satu neutron dan yang
satu lagi dua neutron. Sifat-sifat semua isotop helium itu identik
(mirip). Namun perbedaan jumlah berbeda neutron menyebabkan sifat
kestabilannnya berbeda karena berat tubuhnya yang berbeda. Isotop-isotop
suatu atom ada yang stabil dan ada yang tidak stabil. Atom yang
stabil,tidak memiliki potensi untuk mengalami proses reaksi nuklir
(pembelahan inti). Kapan sebuah atom membelah intinya? Kita bisa melihat
dari data waktu paruhnya (waktunya yang dibutuhkan untuk membelah jadi
dua).
Fakta ke-2. Besi memiliki 8 isotop. Al-Hadid adalah Surat ke-57 dalam Al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil.
Fakta ke-3. Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (Ferro) dan Fe3+ (Ferri).
Tubuh kita hanya mengkonsumsi Ferro dari makanan untuk membentuk
hemoglobin dalam darah. Besi jenis Ferro inilah yang banyak terkandung
dalam makanan seperti daging dan bayam, termasuk obat-obatan suplemen
penamabah zat besi seperti Sangobion, Sulfaferosusu, dan lain
sebagainya. Kata ahli gizi, sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih
dari semalam, tidak bagus untuk dimakan. Tetapi ternyata dalam beberapa
jam Ferro akan segera berubah menjadi Ferri. Ferri di dalam tubuh
adalah sampah, tubuh kita tidak mau mengambilnya karena sifatnya sudah
berubah. Sama halnya jika besi sudah berkarat, berubahlah sifatnya.
Perubahan Fe2+ dan Fe3+ ini menghasilkan energi ionisasi sebesar 2957 kJ mol -1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat Al-Hadid. 57 Adalah nomor suratnya. Allahuakbar!
Fakta ke-4. Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe, 54Fe, 55Fe, 56Fe ,57Fe,Fe58, 59Fe, 60Fe.
Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52 + 54 + 55 + 56 + 57 + 58 + 59
+ 60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah
kata dalm surat Al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451!
Fakta ke-5.
Jumlah seluruh kata dalam surat Al-Hadid adalah 574. 57 adalah nomor
surat Al-Hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.
Jika ada yang lebih teliti lagi, mungkin akan ditemukan fakta lebih banyak lagi.
Pengertian dan Perintah Sabar
Telah dikatakan oleh Imam Al-Ghazali bahwa.sabar itu adalah suatu tegaknya dorongan Agama yang telah berhadapan dengan dorongan hawa nafsu.
Dengan Agama ialah Hidayah Allah kepada manusia untuk mengenal-Nya,
mengenal rasul-Nya, mengenal juga mengetahui serta mengamalkan
ajaran-Nya dan kemaslahatan-kemaslahatan yang bertalian dengan
akibat-akibatnya.Suatu sifat yang telah membedakan antara manusia dengan
hewan di dalam hal menundukkan bahwa nafsu itu adalah sifat sabar. Sedangkan dorongan hawa nafsu itu ialah tuntunan syahwat dan juga keinginan yang minta untuk dilaksanakan.
Jadi sabar di sini adalah suatu kekuatan, daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan suatu kewajiban. Dan disamping itu pula bahwa sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang untuk, melakukan kejahatan.
Di dalam Al-Qur'an kata sabar telah disebutkan di tujuh puluh tempat, menurut Ijma' Ulama' ummat, sabar ini wajib, dan juga merupakan separoh dari iman (menurut pendapat Imam Ahmad).
Sebab irnan di sini dibagi menjadi dua bagian, yakni separoh .idalah sabar dan yang separohnya lagi itu adalah syukur. Di dalam Al-Qur'an kata sabar itu disebutkan dalam enam belas versi diantaranya ialah :
Perintah sabar, terdapat di dalam firman Allah SWT. yang artinya ialah :
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat". (QS. 1 : 45).
Larangan melakukan sebaliknya, seperti firman-Nya: "Dan janganlah kalian bersifat lemah dan janganlah (pula) kalian bersedih hati". (QS. 3 : 138).
Sifat yang paling dilarang oleh Allah adalah sifat lemah dan juga
bersedih hati, oleh karena itu sifat tersebut adalah mempunyai arti
tidak sabar, sebab sifat itu sangat dilarang oleh Allah SWT.
Artinya :
"Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, pende¬ritaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa". (QS. 1 : 177).
Keharusan sabar karena Allah mencintainya, seperti firman-Nya di dalam, surat Al-Baqarah ayat 146 :
"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar".
Allah bersama dengan orang-orang yang sabar, dan ini merupakan
kebersamaan secara khusus, yang berarti menjaga, melindungi dan menolong
mereka, bukan sekedar kebersamaan secara umum, firman-Nya adalah : "Dan
bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS. Al-Anfal : 46).
Pengabaran Allah bahwa, sabar adalah lebih baik bagi para pelakunya, sesuai dengan firman Allah:
"Tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itu yang lebih baik bagi orang- orang yang sabar". (QS. An-Nahl : 126).
Langganan:
Postingan (Atom)






